CINTA

 APA ITU CINTA?

Secara umum cinta adalah suatu emosi dari afeksi yang kuat dan ketertarikan pribadi. Dalam islam cinta adalah fitrah yang Allah berikan kepada makhluknya, setiap makhluk pasti memiliki rasa cinta dan hidup berpasang pasangan. Seharusnya semua makhluk itu saling mencintai karena Allah SWT, akan tetapi tidak sedikit orang orang yang berpacaran lalu putus dan merasakan sakit dengan mengatasnamakan cinta. 

PEMILIK CINTA

Kita pasti sudah mengetahui pemilik cinta yang sesungguhnya, yaitu Allah SWT. Terkadang sangat susah menahan rasa cinta yang dikuasai hawa nafsu, selalu mengajak kepada zina. Berbeda dengan cinta yang didasari karena cinta kepada Allah, walaupun tidak bertemu tapi selalu ada di hati. Nah dari keadaan tersebut dapat di artikan cinta itu dari hati ke mata. Ada kalanya hati itu sedih, adakalanya hati itu kecewa, adakalanya hati itu sempit, adakalanya hati itu sesak, adakalanya hati itu senang, dan obatnya adalah cinta kepada Allah karena sesungguhnya pemilik hati dan pemilik cinta yang sesungguhnya adalah Allah. 

ZIHAD DALAM CINTA

Menahan rasa cinta agar tidak terjadi perzinaan memang sangat susah, tapi dihitung sebagai zihad, mengapa? Karena dia melawan hawa nafsu dan syahwat yang selalu mengajaknya untuk berzina dia lebih mementingkan cintanya kepada allah sama hal nya seseorang yang bangun di malam hari untuk melaksanakan shalat tahajud, ia melawan hawa nafsunya yang tertuju untuk tidur. Berarti seseorang yang shalat termasuk zihad? Ya. Semua perkara yang dilakukan yang didalamnya terdapat perlawanan kepada hawa nafsu dianggap zihad, seperti puasa dll. 

BAGAIMANA HUKUMNYA CINTA DALAM DIAM? 

Allah memerintahkan manusia untuk terus memiliki rasa cinta dan kasih sayang antar sesama manusia khususnya kepada sesama umat muslim agar terjalin rasa persaudaraan dan mempererat tapi silaturahmi. Yang menjadi berbeda adalah, tentang jatuh cinta kepada sesama manusia yaitu lawan jenis. Mencintai lawan jenis harusah di pahami bahwa ada batasan batasan tertentu. Mencintai seseorang atau dicintai seseorang memang merupakan kebahagian. Lalu bagaimana hukumnya mencintai dalam diam? Kita mungkin sering mendengar tentang cinta dalam diam, hukumnya boleh saja asalkan tidak melanggar batasan batasan tersebut, terkadang cinta dalam diam dapat mengakibatkan zina pikiran, kenapa? Karena terlalu lama menahan cinta tersebut sehingga terbayang bayang ke pikiran, kapan bisa disebut zina pikiran? Disaat kita membayangkan seseorang dengan rasa bahagia, jika terlintas dalam pikiran kita tentang seseorang beristighfar lah. 

TINGKATAN CINTA

Ada beberapa tingkatan dalam cinta, yaitu

1. Cinta kepada Allah

Cinta kepada allah merupakan tingkatan cinta    yang paling tinggi, jika kita mendapatkan            cintanya allah, maka dunia dan akhirat akan menjadi miliknya. Jika kita hendak sholat haruslah niatnya karena allah karena mengharap ridho dan cinta allah bukan karena ingin surga dan takut neraka, biasanya orang yang beribadah niatnya agar ingin masuk surga dan di jauhkan dari neraka, akan kelelahan. Tapi orang yang beribadah hanya mengharap ridho dan cinta allah, akan merasa betah dengan ibadahnya. 

2. Cinta kepada Rasulullah

Cinta kepada Rasulullah merupakan tingkatan cinta yang kedua. Hai reader jika kamu merasa tidak ada yang mencintaimu janganlah galau dan sedih, sesungguhnya 14 abad yang lalu, ada manusia yang paling mulia akhlaknya yang mencintaimu tak melihat fisik mu materi mu dan hartamu, bahkan di akhir hayatnya dia mengkhawatirkan ummatnya termasuk kita, dia lah Nabi Muhammad SAW. 

3. Cinta kepada makhluk

Cinta kepada makhluk merupakan tingkatan cinta yang terakhir, seperti orang tua, lawan jenis, adik, kakak, dll. Wanita yang jatuh cinta, biasanya akan banyak diam sehingga bisa menjaga perasaannya, karena wanita tidak mudah untuk melupakan. Jika perempuan mencintai seseorang alangkah baik mengikut langkah ini

#Jaga pandangan

Menjaga pandangan sangat penting bagi wanita, karena dapat menjaga perasaan nya

#berdoa dan memperbaiki diri

Doa adalah komunikasinya seseorang yaang sedang jatuh cinta. Ia menyerahkan urusan cinta kepada pemilik cinta yaitu Allah SWT

#menemui wali dan melamar

Tidak ada salahnya seorang wanita yang melamar duluan, Siti khodijah saja melamar Rasulullah SAW. 

KESIMPULAN

Cintailah semuanya karena Allah dan jangan sampai melanggar batasan batasan yang telah ditentukan agama. Siapapun bisa jatuh cinta tapi hanya orang kuat yang bisa menjaga cintanya tetap halal

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rezeki dan Kematian itu Allah SWT yang atur

Mengatasi Konflik Pernikahan Melalui Kematangan Emosi