AQIDAH KITA

 Sebelum membahas point pentingnya, mari membahas tentang life skill. Apa itu life skill? Life skill adalah step by step kita menyelesaikan problematik (masalah masalah) kehidupan. Diantara life skill, yaitu bagaimana cara kita berinteraksi, berkomunikasi, bersosialisasi, mencocokan diri dengan lingkungan/beradaptasi dengan orang lain, problem solving, pengambilan keputusan, berpikir kreatif dan kritis. Begitu pentingnya life skill dalam kehidupan kita, lalu bagaimana ada orang yang tidak mempunyai life skill, apa yang akan terjadi? Seperti yang sudah kita ketahui salah satu life skill adalah keterampilan mengambil keputusan, contoh kecilnya jika ada orang yang sangat haus dan hendak minum dia dihadapi sebuah pilihan antara minuman A dan minuman B, dia akan bingung untuk memilih bisa jadi dia tidak meminumnya karena tidak bisa mengambil keputusan. Nah apa dasar dari life skill itu sendiri? AQIDAH 

APA ITU AQIDAH? 

Aqidah adalah suatu pokok atau dasar keyakinan yang harus dipegang oleh orang yang mempercayainya. Sehingga pengertian Aqidah Islam adalah pokok pokok kepercayaan yang harus diyakini kebenarannya oleh setiap muslim dengan bersandar pada dalil-dalil naqli dan aqli. Dalil naqli adalah tanda bukti atau petunjuk dari ayat suci Al-Quran. Sedangkan dalil aqli adalah dalil-dalil yang bisa di nalar oleh akal pikiran. Kita mungkin pernah mendengar pertanyaan seperti: 

1. Darimana kita berasal? 

2. Untuk apa kita diciptakan? 

3. Kemana kita kembali? 

Dari 3 pertanyaan di atas mungkin kita sudah pernah mendengarnya. Jika kita sudah mengetahui jawabannya itulah aqidah kita. Lalu apa jawabannya? untuk menjawab no 1 dan 2, Darimana kita berasal? Untuk apa kita diciptakan? jawabannya ada di Isi kandungan QS. Az-zuriyat:56 Allah SWT menciptakan jin dan manusia agar beribadah kepadanya sebagaimana Yang ada di dalam tafsir "(Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembahku) pengertian dalam ayat ini sama sekali tidak bertentangan dengan kenyataan, bahwa orang orang kafir tidak menyembahnya. Karena sesungguhnya tujuan dari ayat ini tidaklah memastikan keberadaannya. Perihalnya sama saja dengan pengertian yang terdapat di dalam perkataanmu,  "Aku runcingkan pena ini supaya aku dapat menulis dengannya." Dan kenyataannya terkadang kamu tidak menggunakannya." -Kitab tafsir jalalain 

Sebenarnya di QS. Al-Isra ayat 23 sudah dijelaskan apa tujuan kita hidup? . 

وقضى ربك الا تعبدوا الا اياه وبالوالدين احسنا.......الاية

"Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain dia, dan hendaklah kalian berbuat baik kepada kedua orang tua kalian dengan sebaik baiknya...... "QS.Al-Isra ayat 23

Potongan ayat tersebut menjelaskan bahwa kita diperintahkan oleh Allah SWT agar tidak menyekutukannya dan hendaknya kita berbuat baik kepada kedua orang tua kita dengan sebaik baiknya.  Jawaban dari pertanyaan ketiga, Kemana kita kembali? Di dalam QS. Al-Baqarah ayat 156 sudah dijelaskan kemana kita akan kembali?. 

الذين اذا اصابتهم مصيبة قالوا انا لله وانا اليه راجعون

"(Yaitu) orang orang yang apabila ditimpa musibah, mereka berkata " Innalillah wainna ilaihi raji'un" (Sesungguhnya kami milik Allah dan kepadanyalah kami kembali) " QS. Al-Baqarah:2:156

Ayat tersebut menjelaskan ketika kita tertimpa musibah hendaknya kita mengucapkan kalimat istirja' dan ayat tersebut menjelaskan kita adalah milik Allah dan kita akan kembali kepadanya. 

Dari penjelasan di atas kita seharusnya kita sudah mengetahui aqidah kita, kita diciptakan oleh Allah SWT agar menyembahnya, tidak menyekutukannya, dan janganlah berkata "Ah" Kepada kedua orang tua kita. Jangan kita menafsirkan makna dari "berkata ah" Hanya sebuah ucapan saja, akan tetapi sebuah gambaran janganlah kita melawan dan membantah perintahnya, ada sebuah kaidah ushul fiqh yang mengatakan: 

الاصل في الامر للوجوب 

Dasarnya perintah adalah wajib. 

الاصل في النهي للتحريم

Dasarnya larangan adalah haram. 

Dalam QS Al-Isra ayat 23 pada lafadz: 

فلا تقل لهما اف

لا  di situ adalah لا نهي yang menjazmkan fiil mudhorie' yaitu lafadz تقل (asal lafadz تقل adalah تقول) لا نهي adalah sebuah larangan, jika kita gabungkan kaidah ushul fiqh dalam penjelasan, maka haram bagi kita untuk melawan, membentak, dan membantah kedua orang tua kita. Bentuk ibadah bukan hanya sholat saja, salah satunya yang sedang kita jalankan, yaitu belajar, sebagaimana dalam hadits:

طلب العلم فريضة على كل مسلم و مسلمة 

"Mencari ilmu wajib bagi setiap muslim laki laki dan muslim perempuan".

Yang wajib adalah belajarnya bukan pintarnya. Kita akan kembali kepada Allah SWT karena sesungguhnya kita semua milik Allah, semua manusia itu fakir, maksudnya senantiasa butuh Allah SWT, sebagaimana dalam QS. Al-Fathir ayat 35.

ياايها الناس انتم الفقراء الى الله والله الغني الحميد

"Hai manusia kalianlah yang berkehendak kepada Allah; dan Allah dialah yang maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) lagi maha terpuji" QS. Al-fathir:35:15

(Hai manusia kalianlah yang berkehendak kepada Allah) dalam keadaan bagaimanapun (dan Allah, dialah yang maha kaya) yang tidak membutuhkan makhluknya  (lagi maha terpuji) atas perbuatannya terhadap mereka.  -Tafsir jalalain

  KESIMPULAN

Kita diciptakan oleh Allah agar kita menyembah hanya kepadanya dan tidak menyekutukan nya. Berbuat baik kepada orang tua dengan sebaik baiknya perlakuan. Beribadah dan beramal baik hanya mengharap ridho dan cinta Allah SWT. 




Komentar

Postingan populer dari blog ini

CINTA

Rezeki dan Kematian itu Allah SWT yang atur

Mengatasi Konflik Pernikahan Melalui Kematangan Emosi