TAHU KAH KALIAN?
Media sosial sempat dipenuhi dengan video yang menggambarkan fenomena perbedaan warna air laut di Selat Gibraltar dan Selat Madura. Perbedaan warna itu membuat air laut tampak terpisah sehingga memunculkan pemandangan unik di Selat Gibraltar dan Selat Madura. Fenomena alam ini disebut Halocline. Apa itu Halocline? Halocline dalam istilah oceanografi berarti suatu lapisan di dalam laut dimana kadar garam (salinitas) berubah dengan cepat terhadap perubahan kedalaman laut. Selat Madura memisahkan pulau Jawa dan Madura, di Selat ini terdapat pulau pulau kecil, seperti Pulau Kambing, Pulau Giliraja, Pulau Genteng, dan Pulau Ketapang. Di Selat ini ada fenomena yang disebut oleh para ahli dengan sebutan Halocline. Penampakan Selat Madura yang seolah olah terbelah sempat menghebohkan warga Jawa Timur khususnya. Peristiwa ini ssebenarnya bkan hal yang luar biasa dan patut dihebohkan. Di berbagai belahan dunia, fenomena ini juga muncul seperti di Selat Gibraltar yang memisahkan Benua Afrika dan Eropa tepatnya di Negara Maroko dan Spanyol, di Selat ini air laut Mediterania dan air Samudra Atlantik bertemu. Air laut mediterania berwarna keruh kecoklatan dan air dari Samudra Atlantik berwarna biru jelas, air laut dan samudra ini samudra ini bertemu, tapi tidak menyatu seperti ada dinding halus yang memisahkan keduanya, kemudian terlihat jelas garis di antara keduanya.
KAITANNYA DENGAN FISIKA
Fenomena ini berkaitan dengan konsep fisika, yaitu pada bab fluida statis. Kenaikan tekanan air pada kedalaman tertentu hingga perubahan tekanan atmosfer. Selain itu, adanya perbedaan massa jenis, kerapatan, kadar garam, suhu, dll, kecuali kecepatan. Sebagaimana yang telah diketahui jika berbicara mengenai massa jenis, gravitassi, dan tekanan hidrostatis lebih tepatnya berhubungan dengan fluida statis. Air laut Mediterania memiliki kerapatan dan salinitass lebih besar dari air laut Samudra Atlantik. Menurut sifatnya air akan bergerak dari kerapatan tinggi ke daerah dengan kerapatan, sehingga arus Selat Gibraltar bergerak ke barat menuju Samudra Atlantik. Selaint itu, dipengaruhi juga oleh gaya fisika disebut tegangan permukaan, air laut yang bersebelahan memiliki massa jenis yang berbeda, karena berbedanya massa jenis tegangan permukaan mencegah dua lautan/samudra saling bercampur seolah olah terdapat dinding tipis di antara keduanya.
PENJELASANNYA DALAM AL-QUR'AN
Para ahli oceanografi menjelaskan dan menemukan fenomena in pada abad ke 20 M, sedangkan fenomena alam ini sudah dijelaskan di dalam Al-Qur'an 14 abad yang lalu, di dalam QS Ar-Rahman ayat 19-20 yang artinya "(19) Dia membiarkan dua laut (tawar dan asin) bertemu (20) Di antara keduanya ada pembatas yang tidak dilampaui oleh masing masing" dan juga dalam QS Al-Furqon ayat 53 yang artnya "Dan dialah yang telah membiarkan dua laut yang mengalr (berdampingan) yang ini tawar lagi segar dan yang lain asin lagi pahit; Dan dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang menghalangi". Inilah salah satu fenomena alam yang menjadi pertanda kebenaran Al-Qur'an, dimana Al-Qur'an telah menceritakan fenomena ini 14 abad yang lalu, padahal Allah SWT menurunkan Al-Qur'an di tengah gurun yang jauh dari laut dan pantai. Mana mungkin Rasulullah SAW bisa mengarang kisah seperti ini, maka ini menjadi pertanda bahwa Al-Qur'an haqq yang benar datangnya dari Allah SWT. Semoga informasi ini bisa menambah wawasan keislaman kita dan pastinya semoga bisa meningkatkan taqwa kita kepada Allah AWT.
DAFTAR RUJUKAN
Komentar
Posting Komentar